matanya masih mengantuk setengah kelelahan berlari. waktu sudah tak tergapai, alamat terlambat untuk hari ini. padahal ini baru yang pertama. sesekali nafas sengal menghembus, kakinya masih bergetar, rambut nya berantakan, pakaian putihnya menjadi sedikit lusuh karena beradu dengan debu jalan dan asap knalpot yang mengpul riang. inilah hariku, sergahnya, hari pertamaku masuk kuliah. setelah 2 bulan setengah aku menunggu.
aku datang kawan, menjadi yang terbaik, ucapnya dalam hati. tapi kakiny tergopoh, tersangkung kaki meja yang memang tidak salah berada di sana. matanya saja yang minus dua melihat lebih jauh. sergap kelas begitu asik bercerita perkenalan. aku akan duduk paling depan, tekadnya. tetapi gadis berjilbab biru di samping kirinya melambai perlahan.
“ukhti, mari duduk bersama ana. kebetulan kursi di sebelah ana masih kosong. oia, afwan, salam kenal ana friska. tapi panggil aja riska, biar lebih santai” gadis berjilbab biru itu melambai untuk berjabat tangan.
tapi ia masih saja kebingungan, belum bisa berkata apa, (bersambung)