mozaik waktu

Oktober 28, 2009

7 value’s fundamental: Building New Image of IPB BHMN

Filed under: Uncategorized — Aria @ 6:39 am
  1. 1. Keunggulan Akademik

 

Keunggulan Akademik mengandung arti adanya kesadaran dan tuntutan yang tinggi terhadap prinsip-prinsip pengembangan budaya akademik sebagai berikut:

  1. i.        Memegang teguh dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kejujuran, obyektifitas, taat azas, dan bebas kepentingan dalam cara berpikir dan pengambilan keputusan untuk memperoleh kebenaran ilmiah.
  2. ii.        Menjunjung tinggi nilai-nilai universal kemanusiaan, pemeliharaan keserasian dan keberlanjutan kehidupan di muka bumi.
  3. iii.        Pemihakan terhadap kepentingan bangsa, kepentingan masyarakat banyak dan petani kecil dalam menetapkan prioritas program pengembangan akademik dan diseminasi hasil-hasilnya.
  4. iv.        Senantiasa berorientasi ke arah masa depan yang lebih maju, inovatif dan lebih berkeadilan.
  5. v.        Berorientasi pada peningkatan kemampuan diri dan kemampuan orang lain atau masyarakat untuk menjadi mandiri.

 

2. Spiritualisme

 

Spiritual yang berarti spirit (roh) atau bernafas, energi kehidupan yang membuat individu tetap hidup, bernafas dan bergerak.

Pengertian spiritualisme adalah kemampuan untuk dapat mengenal dan memahami diri kita sepenuhnya, sebagai makhluk bagian dari alam semesta.

Individu yang memiliki spiritualisme tinggi adalah individu yang beriman dan berkeyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, memiliki keheningan dan ketenangan, senantiasa melakukan pembersihan diri, dan selalu beramal dan mengucap syukur  serta berserah diri secara total.

Dengan dimilikinya spiritualisme yang tinggi diharapkan semua orang menyadari bahwa semua orang sama haknya untuk menikmati ciptaan Tuhan, menghargai ciptaan Tuhan, dapat memberi yang terbaik dan melayani orang lain sebagai wujud syukur atas apa yang telah diterimanya dari Tuhan. Nilai ini penting untuk ditanamkan di IPB yang sedang melakukan banyak strategi dan langkah untuk mencapai visinya.

 

 

3. Gigih

 

 

 

Kegigihan merupakan kemampuan untuk tetap pada satu posisi atau rencana tindakan sampai tujuan yang diharapkan tercapai atau mungkin tidak dapat dicapai lagi.

Gigih dapat diartikan bekerja untuk mencapai tujuan walaupun banyak hambatan dan kesulitan, namun secara aktif bekerja untuk mengatasi rintangan dengan mengubah strategi, melakukan usaha-usaha ekstra, menggunakan berbagai pendekatan. Individu yang gigih biasanya menyesuaikan fokus ketika suatu tujuan kelihatannya sudah tidak dapat dicapai lagi, bila perlu mengerahkan kembali tenaga kepada tujuan-tujuan yang masih dapat dicapai.

4. Senang Bekerjasama

 

Senang bekerjasama dapat diartikan bekerja secara bersama-sama dalam mewujudkan tujuan yang sama dengan berbagai pihak yang memiliki sudut pandang yang berbeda dengan keunggulan yang berbeda.

Kerjasama yang dimaksud akan maksimal hasilnya jika ada sinergi kerja tim untuk menyatukan kemampuan individu dan menggandakannya melalui kolaborasi yang tepat dengan cara saling menghargai antar individu atau pihak yang bekerjasama melalui tutur kata yang santun dan sikap yang sopan.

Sinergi hanya terjadi ketika setiap anggota tim memiliki kepedulian satu sama lain, setiap anggota tim harus tumbuh dan berkembang baik secara teknis, keterampilan, analitikal, emosional maupun spiritual.. Saat tim bekerjasama dengan saling memberikan kontribusi positif, maka kerjasama tersebut akan menyenangkan.  Nilai ini perlu ditanamkan di IPB  mengingat individu yang. berada di dalamnya memiliki keunggulan yang bervariasi dan memiliki peluang untuk menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa.

 

5. Empati/Peduli

 

Berempati merupakan kemampuan untuk mendengarkan dan memahami pikiran, perasaan atau masalah orang lain/kelompok lain yang tidak terucapkan atau tidak sepenuhnya disampaikan. IPB dan individu yang berada di dalamnya perlu memiliki empati yang menumbuhkan keberpihakan terutama terhadap masyarakat tani dan masyarakat luas yang kurang beruntung dan terpinggirkan, kepada lingkungan yang senantiasa perlu dilestarikan fungsinya.

Dalam berempati perlu dipahami isi pesan, ucapan, emosi dan isu-isu yang semakin kompleks sehubungan dengan pembangunan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

 

6. Tanggungjawab

 

Tanggungjawab adalah sikap mampu melaksanakan tugas dengan baik dan tidak melimpahkan kesalahan pada orang lain, atau menyalahkan situasi ketika menghadapi tantangan.

Berani mengambil alih tanggungjawab ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Nilai ini perlu segera diimplementasikan di IPB yang sudah banyak membuat tata aturan secara operasional di dalam bekerja di setiap unit kerja, namun pada kenyataannya masih banyak pihak yang belum bertanggungjawab dalam pelaksanaannya.

 

7. Komitmen

 

Komitmen merupakan kemampuan untuk menyelaraskan sikap dan perilaku dengan mengutamakan kepentingan organisasi dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi. Secara aktif menyesuaikan diri terhadap norma-norma organisasi, setia, dan sadar untuk menolong rekan kerja dalam menyelesaikan tugas.

Komitmen di IPB sangat diperlukan guna mencapai visi IPB sebagai lembaga internasional dalam pengembangan IPTEKS dan sumberdaya manusia guna tetap komitmen dalam membangun pertanian tropika.

IPB yang profesional dan pionir di bidangnya adalah perguruan tinggi yang mempunyai keunggulan akademik dengan asa yang tak pernah padam di sanubari seluruh civitas akademika IPB.

Implementasinya memerlukan insan-insan IPB yang memiliki kualitas intrapersonal yang tinggi.

Insan IPB yang selalu mendasari kehidupannya dengan nilai-nilai spiritualisme, gigih, senang bekerja sama dan bertanggungjawab, serta senantiasa komitmen adalah sebuah harga yang tidak bisa ditawar lagi untuk mewujudkan kehidupan kampus yang menjunjung tinggi visi dan misinya.

Harga itu jugalah pengikat beragam perbedaan yang ada menjadi   kekuatan   pada   IPB  yang luar biasa besarnya.

Sebuah kekuatan yang akan semakin memantapkan kiprah IPB dalam mencerdaskan anak bangsa, dalam menemukan solusi beragam persoalan dan membantu masyarakat menemukan sumber kebahagiaannya.

Insan IPB adalah juga insan yang memiliki hubungan interpersonal dengan sesamanya dan dengan para stakeholdernya.

Karakter interpersonal yang bermakna dengan sesamanya dan dengan para stakeholdernya.

Karakter interpersonal insan IPB adalah insan yang selalu saling menghargai, bersinergi mengusung nilai kolaborasi dalam setiap gerak langkahnya sebagai wujud semangat empati.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.